30 Agustus 2013

Standar

Entah kenapa aku merasa benar2 bakal ninggalin kota kelahiranku ini. Ketika aku mulai berfikir hal itu, hal pertama yang terlintas dalam pikiranku yaitu ingin menghabiskan waktuku di kota kelahiranku ini sebanyak mungkin denganmu. Lebih dari sebelumnya, aku benar2 takut sekaligus harus siap mental. Aku begitu amat menyayangimu dan mencintaimu lebih dari sebelumnya, kamulah nomor satuku sejajar dengan orangtuaku, kamulah semangatku disaat aku terpuruk meskipun mungkin aku belum bisa menjadi semangat dan penyejuk hatimu ketika kamu susah, kamulah kekasih terhebatku dan satu-satunya, kamulah bahagiaku yang memberiku warna-warna baru untukku, kamulah duniaku yang mengajarkanku hal-hal baru tetapi kamulah kelemahan terbesarku, karena jika tidak ada dirimulah aku akan kembali terpuruk, kehilangan seseorang yang begitu istimewa, dan akan jatuh kembali dan nggak ngerti caranya buat bangkit lagi. Aku mungkin egois, malah mungkin amat egois karena ingin selalu kamu memenuhi hasrat keinginanku, aku sadar aku benar2 egois, tetapi apa kamu tau diriku yg seperti ini karena aku cuma ingin bisa lebih lama membuat kenangan bersamamu, lebih lama bersamamu, dan lebih banyak menjalani hari-hariku di kota kelahiranku ini bersamamu. Apakah kamu tau karena kita baru sebentar dipertemukan, aku ingin lebih banyak membuat kenangan bersamamu, tapi kadang kamu selalu memberiku harapan yang justru tidak benar2 terlaksana. Sebagus-bagusnya kata-kata tindakan nyata lebih berharga, kamu tau aku tidak membutuhkan janji dan harapan2 yang akhirnya justru hanya akan menjadi sebuah harapan belaka atau hanya menjadi sebuah wacana. Ketika seorang wanita sudah diberikan janji arau sebuah harapan, hal itu akan terus tertanam dalam otak dan hatinya sampai hal itu terjadi, wanita akan terus menunggu dan setia pada harapan yang diberikan oleh seorang laki-laki yang dicintainya. Maka jangan salahkan wanita jika dia akan benar2 kecewa luar biasa bagaikan setelah dibuat ngefly oleh laki-laki kemudian dijatuhkan begitu saja, karena saking begitu kecewanya. Bukan aku menghakimimu atau membela diriku tapi perlulah kamu tau aku cuma ingin kamu tau aku ingin lebih banyak BERSAMAMU untuk saat ini. :’)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s